Wednesday, February 18, 2009

Naga Pawitan Bogor Mulai Berbunga...!!!

HARI ini Rabu, 18 Februari 2009, setelah menjemput 11 dos bibit buah naga di Pool PO Ramayana, kiriman dari Pakem, sungguh saya menerima kabar gembira yang sangat melegakan. Betapa tidak, setelah sekian bulan was-was antara bisa dan tidak, hari ini lah kesimpulannya. Kesimpulan bahwa BUAH NAGA, bisa berbunga di lahan sawah yang dikeringkan dengan kondisi masih banyak air. Bahkan sempat kebanjiran selama 2 minggu di awal tahun 2009.

Ya, begitu datang minta tolong agar bibit diturunkan dari "Xenia KT (Keringet Tawon)", Pak Ara (namanya sih Komara) memberitahu dengan berbinar-binar: "Paak.. buah naga di dekat sawah sudah ada yang mekar bunganya... Bagus besar, putih.. satu lagi masih kuncup..." Ah, masa sih? kata saya dalam hati... "Di foto belum?" tanyaku. "Ya, belum Pak. Kameranya sedang dipakai ke Cipanas, pengamatan sayuran dataran tinggi oleh Boss.... he he he... Bapak aja atuh yang moto..."
Ya inilah foto kuncup bunga naga yang kedua. Bunga pertama sudah mekar semalam, kata Pak Ara.

Nah, jadi event seperti foto ini bisa terjadi di KP Babakan Sawah Baru atau di kebun Pawitan Bogor yang lain, atau di calon Teaching Farm dari University Farm, IPB yang akan segera dibangun di KP Sukamantri, oleh Dr. Anas D Susila. Daku mah jadi comblang eh.... dipocok sebagai GM, gitu... Dengan dukungan dana PHKI, Hibah Pengajaran Tanaman Buah, mudah-mudahan semakin lancar pembangunan Teaching Farm berbasis Dragon Fruit ini, dan bisa menjadi penghela teaching-farm yang lain yang bisa berkolaborasi dengan Buah Naga.
Tentunga jika pertumbuhan tanamannya bisa subur dan kuat, hasil panen seperti gambar diatas dengan bobot rata-rata 700 - 1000 gram per buah, dapat terjadi. Bogor akan bergerak menuju PAWITAN BUAH NAGA di brang Kulon.. he he he he.. Brang Tengah dah mantap di Pakem, Brang Timur banyak terdapat dari Mojokerto sampai Jember.
Dan jangan lupa, di Pawitan Bogor (KP Babakan Sawah Baru) masih tersedia Tabulampot Buah Naga hasil Praktikum para mahasiswa mata kuliah Tanaman Buah semester lalu (ganjil 2008/2009). Harga mulai Rp 350.000 (franko Bogor).

Juga tersedia bibit dengan harga (franko Bogor) sebagai berikut:
1. Bibit Naga daging Putih:
1. stek berakar, Rp 12.500
2. stek belum berakar, Rp 10,000
3. bibit polibag Rp 15,000

2. Bibit Naga daging Merah:
1. stek berakar, Rp 17.500
2. stek belum berakar, Rp 15,000
3. bibit polibag Rp 20,000

Pesan silakan kirim ke:
kdp@pawitan.net atau wd_widodo@yahoo.com
Pesanan lewat SMS silakan kirim ke:
0819-31101719; 0815-11504535; 0813-17259136

Salam,
Pengelola lapang PAWITAN BOGOR


Winarso D Widodo

Wednesday, November 26, 2008

Penawaran Bibit dan Tabulampot Naga - HARGA TURUN

Pengunjung Blog sekalian, saya sebagai Manajer Penggarap Pawitan Bogor sejak September 2008 menyelenggarakan praktikum Tanaman Buah, berhubung menjadi koordinator mata kuliah Tanaman Buah di Departemen Agronomi dan Hortikultura - Fakultas Pertanian - IPB.

Satu hal yang selalu menjadi angan-angan saya adalah menyelenggarakan praktikum itu kalau bisa minimal mengembalikan "SPP" yang dibayarkan oleh para mahasiswa. Dahulu sempat akan terjadi, ketika saya selain menjadi koordinator Praktikum matakuliah Buah-buahan Utama (nama mata kuliah Tanaman Buah tahun 1990an) juga memegang jabatan kepala Kebun Percobaan Sukamantri. Namun hanya sempat meluluskan 3 sarjana pepaya (papain) dan 2 sarjana Nenas dengan penelitian GRATIS . Setelah itu terjadi perubahan dan kebetulan saya tinggal studi ke LN.

Ketika pulang angan-angan itu tetap ada. Dan akhirnya angan-angan tersebut saya yakin akan menjadi kenyataan dengan terjunnya saya di milis IPB linkers yang kemudian berkembang-kembang menjadi pelaksana lapangan Pawitan Bogor dan lalu secara resmi menjadi penanggung jawab matakuliah Tanaman Buah. Sedikit demi sedikit upaya berpromosi Pawitan mulai menuai hasil.

Hari ini, Rabu 26 Nopember 2008, pemesan perdana bibit buah naga sudah mengambil bibitnya dan membayar tunai harganya. Sebagai apresiasi, beliau diberi BONUS oleh Site Manager Pawitan Bogor - Babakan, beberapa puluh bibit siap ceblok....:-). Memang baru 1,100 batang bibit dipesan dan dibayar oleh Pak Hendra Setiawan (Cibadak - Sukabumi), namun sudah cukup memberi modal bagi Pawitan Babakan untuk mengembangkan Tanaman Buah Naga dalam Pot (Tabunalampot). Modal dari pembelian 1,000 bibit (Rp 10,000,000) kiranya sangat bermakna bagi kegiatan kebun percobaan Babakan.

Kucuran modal dari penjualan bibit itu setidaknya dapat membantu para mahasiswa praktikum untuk melengkapi tabunalampot-nya dengan besi rambatan.
Beberapa mahasiswa sering bertanya: "Pak tabulampot kita nanti dipiara saja atau boleh dijual, Pak?" Jawaban khas saya: "Tabulampot itu 50% biayanya Anda bayar dari biaya SKS matakuliah, Rp 65,000 per mahasiswa. Anda bergabung satu regu 8 orang, jadi kalau diwujudkan cukup untuk membuat 2.5 Tabulampot, maka Anda saya tugasi membuat 5 Tabulampot per regu. Jika nanti laku Anda jual atau laku karena ada pembeli yang datang ke kebun sini, hak Anda adalah 50% harga. Jika lakunya nanti setelah Anda lulus, boleh diminta. Pokoknya tabulampot itu 50% milik Anda. Lumayan kan, kalau lakunya setelah berumur 6 bulan, kan nilainya jadi dua sampai empat kali modal?"



Nah, Saudara, jika ingin membantu mahasiswa kami untuk belajar praktikum sambil bisnis, silakan pesan bibit atau Tabunalampot kami. Harga bibit stek seperti di atas Rp 10,000 sebatang. Jika sudah dipotkan (polibag) dan sudah mulai bertunas seperti gambar di bawah, harganya naik menjadi Rp 12,500 - Rp 15,000 per batang.



Jika wujudnya sudah agak panjang seperti di bawah ini, harganya menjadi Rp 25,000 per batang. Bibit ukuran ini sangat cocok untuk dibuat Tabunalampot dengan pertumbuhan
yang sangat bagus. Sebulan sudah harus dipasangi rambatan besinya.

Gambar-gambar diatas adalah Tabulanampot berumur 1.5 bulan - 2 bulan. Jika dipasangi besi rambatan kami tawarkan dengan harga Rp 400,000. Jika umurnya makin panjang, maka tawaran harga kami menjadi:
  1. Tabunalampot baru jadi sampai umur 1 bulan Rp 250,000
  2. Tabunalampot umur 1 - 2 bulan Rp 300,000
  3. Tabunalampot umur 3 bulan Rp 350,000
  4. Tabunalampot umur 4 - 5 bulan Rp 400,000
  5. Tabunalampot umur > 6 bulan Rp 500,000
  6. Tabunalampot umur > 6 dan siap berbunga Rp 600,000 - Rp 700,000 [jika pada musimnya]

Semua harga adalah harga di kebun (Babakan Dramaga - Bogor). Untuk pemesan jarak jauh dikenakan biaya angkut.

Nah, mari-mari bagi yang berminat, silakan hubungi kami via e-mail ke: wd_widodo@yahoo.com atau kdp@pawitan.net. Silakan bantu kami membentuk mahasiswa pertanian dengan imajinasi bisnis lumayan...:-).

Friday, November 7, 2008

Ciapus Mantap, Babakan Membibit tapi Tajur Tidak Berhasil...

Pengunjung Pawitan Blog, sudah cukup lama tidak ada posting di blog ini. Dan sekarang baru bisa posting. Kondisi pertanaman di Ciapus semakin mantap. Apalagi setelah Site Manager bekerjasama dengan Pak Adang-Babakan, mengusulkan tali Ijuk untuk menahan pohon naga dari angin kencang yang akhir-akhir ini sering bertiup bersama hujan.

Naga-naga yang semula patah kena angin, setelah ditali Ijuk dengan erat, akhirnya tumbuh kembali memunculkan tunas-tunas baru. Cabang naga juga mulai menebal, harapan dapat berbunga tahun depan...:-).


Ciapus semakin mantap, sementara Naga Babakan mulai menggeliat lagi setelah memperoleh tenaga segar dari 98 mahasiswa praktikum Tanaman Buah. Namun berhubung agak lama kurang terawat, pekerjaan praktikum lebih terfokus pada pembersihan 'gulma' pada bobokor tiang Naga. Sisa waktu dimanfaatkan untuk menyiapkan bibit sehingga 'siap jual'. Bibit yang terlanjur panjang dan 'bongsor' dijadikan bakalan TABULAMPOT. Sayang, salah memilih POT...


Sekarang tersedia 64 Tabulampot siap pasang 'besi'. Diperkirakan harga jual pot jadi (sudah ada besi) Rp 300,000. Maklum karena yang bekerja mahasiswa, jadi biaya pembuatan Tabulampotnya jadi agak tinggi. Apalagi setelah kenaikan bahan pembuatannya (besi) yang semula hanya Rp 105.000 per batang menjadi Rp 155,000 per batang.


Bibit-bibit yang masih bagus untuk diperjual-belikan disiapkan dalam polibag untuk pembelian eceran, dengan harga Rp 15,000 per batang (ambil di kebun). Pembelian sampai 50 batang menjadi Rp 12,500 per batang dan pembelian di atas 100 batang menjadi Rp 10,000 per batang tetapi tanpa media bibit. Alhamdulillaah, sudah ada yang pesan 1000 batang.

Nah bagi yang berminat tanam naga, silakan lho mborong bibit di Pawitan Bogor cabang Babakan. Untuk wilayah Jabodetabek, tenaga teknisi kebun, kami siapkan asal jelas 'upahnya' he he he he.


Sayang seribu sayang, bagusnya pertanaman Ciapus dan menggeliatnya pembibitan di Babakan ternyata tidak diikuti oleh pertanaman di Tajur. Foto itu adalah foto bulan Juli 2008. Sekarang kondisi pertanamannya tetap kurang menggembirakan. Maklum sistem ketenagakerjaannya yang sangat berbeda dibandingkan Babakan, apalagi dengan Ciapus.


Ringkasnya meskipun memiliki situs yang bagus, pertanaman di Tajur dengan terpaksa dicukupkan sejumlah yang telah tertanam (sekitar 200 tiang). Pemeliharaan tanaman tetap dilanjutkan dengan harapan bisa bertahan hidup dan tumbuh. Kesulitan terbesar adalah minimnya tenaga kebun yang harus berjuang melawan 'gulma'.

Direncanakan sisa tiang (sekitar 200 batang) akan dialihkan penanamannya di desa Cibodas - Ciampea, yaitu di lahan Koperasi Linkers (KOPLINK) yang akan bekerjasama dengan HPDKI cabang Bogor (HIPEDOKI). Syukur-syukur bisa beriring dengan perkembangan peternakan sapi dan domba seperti yang telah direncanakan. Dengan demikian segera dapat diwujudkan pertanaman buah naga Organik ala KOPLINK-HIPEDOKI.

Salam


Saturday, August 30, 2008

Imam dan Mualaf atau Mualaf Imam?

TUMBEN-tumbennya, hari Kamis (28 Agustus 2008) Prov. IS nelepon untuk ngajak kunjung ke lahan BN di Ciapus. Biasanya hari Jumat atau Sabtu atau Minggu. Tapi ya lumayan... ada teman yang berminat buat nanam-nanam, sekaligus menjalankan program penanaman Rosella.

Maka di tengah hujan lumayan deras, KDP meninggakan Gagak Rimang di Ruko calon outlet KT, Yoghurt, Colostrum segar, Beras Organik, milik Prov. IS di Ruko Sektor VI No. 198, Perumahan Taman Yasmin, lalu katut Terrano...:-). Perjalanan tidak usah diceritakan. Yang jelas sampai lokasi terkejut, karena sudah ada 'warung' yang cukup baik.
Bukan warungnya yang menarik, tetapi di situ tersampir Kopi Bubuk cap Rantai.. berdampingan dengan kopi langganan KDP kalau ke kebun, Super Kopi cap Piala... Ya, pesan deh segelas. Huenak tenan, hujan-hujan nyeruput kopi sembur.... he he he he.. setelah nyruput, ampasnya harus disemburkan... Kalau di mat-matkan toh rasanya gak kalah dengan kopi instant atau starbuck sekalipun. Serupat-seruput... tandas sudah. Lalu ganti acara memesan kepada Mualaf petani binaan IS, Mr. Jajang, yang sebentar lagi mau jadi marbot... pemelihara mushalla. Wah, seandainya yang dibangun masjid, tentu nama Mr. Jajang perlu ditambah JAMES di depannya, menjadi James Jajang. James maksudnya yaaa Jaga Mesjid...

Nah seperti inilah tampilan Imam dan Mualaf itu. Atau malah kebalik, tampilan Mualaf Imam sambol ngadep segelas kopi sembur sediaan dari KOPI BUBUK cap RANTAI....








Thursday, August 7, 2008

CIAPUS semakin MENGGELIAT

Pengunjung dan rekan PAWITAN semuanya, sebulan lalu kondisi pertanaman buah naga Pawitan Ciapus cukup menggembirakan. Sekarang sebulan kemudian, lebih menggairahkan lagi. Sampai-sampai Mr. Jajang pengelola kebun rajin tiap hari menyiangi 'wiwilan' (tunas-tunas muda atau cabang-cabang yang tidak diinginkan untuk tumbuh) dan merapihkan geliatan cabang-cabang naga yang mulai menjulur panjang.

Ya, cabang-cabang perlu diatur agar sedapat mungkin saling tumpang tindih dan mengunci antara satu batang di satu sisi tiang dengan batang di sisi yang lain. Setelah rapih nantinya akan diikat erat dengan "tali janur" seperti yang biasa untuk mengikat koper jika kita melakukan penerbangan dengan pesawat Garuda.


Lihat, Mr. Jajang mencoba membimbing arah pertumbuhan tunas-tunas naga yang memanjang.



Beberapa tunas yang subur menjulur, mengalami patah (pecah sayap). Namun asal "batang utama" yang ada di tengah batang kaktusnya tidak putus, harapannya akan sembuh dan tumbuh kembali cabang-cabangnya.




Ini salah satu hasil kerja Mr. Jajang, mengarahkan pertumbuhan cabang agar melewati "palang" baru merunduk. Beberapa tiang, pertumbuhan tajuknya sangat bagus. Empat batang kaktus meliuk saling tumpang tindih dan mengunci satu sama lain di atas palang tiang....

Mudah-mudahan kondisi ini semakin baik setelah digeber dengan perlakuan pupuk daun. He he he he, untuk buah naga jadinya malah PUPUK BATANG, lha daunnya tidak ada je...

Sunday, July 27, 2008

DF Pawitan Ciapus hwèbat Rèk

Rekan-rekan Pengunjung Pawitan Bogor Blog,
Baik yg sudah invest maupuan yang belum ikutan program Pawitan Bogor, Alhamdulilah Kamis 24/7 saya berkesempatan ke lokasi penanaman DF di Ciapus ketika tengok kesana terakhir kali yaitu bulan April 2008, dan ketika Juli 2008 lihat... woooowww...!!! ternyata pertumbuhannya tidak kalah dengan DF di Pakem.



Pakdhé Sidak...

Yang terbayang cuma gemerincingnya ....kocek cring cring cring...
Kalo semua berjalan normal, insyallah pada Februari 2009 silahkan panen Buah Naga di Ciapus... Silahkaaaannn....
Bersama Site Manager Soliter, Mr. Jajang
video
Pakdhé Mul Panen di Pakem
Sepertinya program Ciapus II bisa saja dimulai lagee, dan lahannya masih ada 3 Ha lagi disebelahnya, kalo benar2 Prov IS dan KDP kwat mentalnya, silahkan difikirkan untuk menambah cring cring cring...

Nanti aku akan bilang ke "pemilik lahannya", dan dia kayaknya bangga bangeeett..
hayoow silahkan bertani.... bertanam tanam tanam tanam dan petiklah hasilnya....

Salam,



Pak Dhé Gun

Wednesday, July 16, 2008

Buah Naga Tajur 12 Juli 2008

Inilah penampilan kebun Buah Naga Pawitan Bogor yang di Kebun Percobaan PKBT-IPB, Tajur II. Buah Naga memperoleh lahan berteras menghadap ke Gunung Salak (kiri) dan Gedeh-Pangrango (kanan), sayang suasana berawan, jadi latar belakang Gunung tak kelihatan. Lahan tersebut selama ini ditanami pepaya yang menurut cerita pengelola kebun (Bp. Ibramsyah) dan supervisor kebun PKBT Tajur II (Endang Gunawan, SP, MSi) belum pernah berbuah dengan baik.

Dengan nekat, memang Buah Naga ditanam di lahan ini. Tetapi dengan pemberian sekam, pupuk kandangd an kapur yang memadai, ternyata performance kebun tidak begitu mengecewakan.
Beberapa bibit tumbuh jagur (vigor) seperti gambar ini. Rata-rata memang sudah bertunas, karena dipindahkan setelah disemai terlebih dahulu di pembibitan. Dengan dibibitkan terlebih dahulu, kegagalan tumbuh kurang dari 10%.

Secara rata-rata, penampilan tanaman adalah seperti gambar berikutnya. Tunas tumbuh melebar dan terlihat subur. Seandainya dipacu lagi dengan pupuk cair, ada harapan tahun depan ketika musim bunga tiba, tajuk tanaman sudah terbentuk dengan baik.

Rencananya, kebun Tajur II ini akan menjadi ajang berpraktikum dari mahasiswa mata kuliah "Tanaman Buah". Sedang dirumuskan acara praktikumnya untuk kebun Tajur II, karena di sini masih ada rencana penanaman untuk 200 tiang lagi, ada pembibitan, dan juga pemeliharaan tanaman muda. Tentunya berbagi lokasi dengan yang di Babakan Dramaga dalam berparaktikum. Yang jelas mudah-mudahan dengan adanya Pawitan Bogor ini, paling tidak ada matakuliah di IPB-BHMN yang dapat langsung berkecimpung di lahan produksi. Mahasiswa dapat praktik sekaligus observasi lebih kumplit dan leluasa tentang buah naga (sebagai model tanaman buah ternah tahunan sekaligus tipe tanaman khusus (CAM).
Lahan pertanaman yang diset sebagai kebun buah, akan juga dapat menjadi sarana imajinasi bagi mahasiswa seandainya mengelola lahan tersebut tidak hanya sebagai kebun buah naga, melainkan bisa tumpang sari dengan berbagai macam tanaman cash-crops, dalam suatu bentuk usahatani terpadu... [kdp]


Pengelola Pawitan Bogor